RENSTRA, AD, ART IKALUIN Syarif Hidayatullah Jakarta

 

 

 

 

RENCANA STRATEGIS

                                         

 

 

 

 

 

 

IKATAN ALUMNI

UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

(IKALUIN)

PERIODE 2016-2020

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                       

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                        RENCANA STRATEGIS

IKATAN ALUMNI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  • Kondisi Umum

 

Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, memiliki sumber daya alam yang melimpah ruah, ribuan pulau, aneka ragam etnis, budaya, bahasa, agama, seni dan lain sebagainya. Dengan karakternya yang demikian itu, maka Indonesia dari satu sisi dapat menjadi negara besar dan disegani dunia apabila berbagai potensi tersebut dapat dikelola dengan baik, dan pada sisi lain, dapat menjadi sumber bencana apabila tidak dapat dikelola dengan baik.

Melalui kerja keras para pemimpin nasional yang didukung kalangan akademisi perguruan tinggi dan segenap bangsa Indonesia, kini  Indonesia telah berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia, dan cukup disegani dan dihormati di kawasan Asia Tenggara. Berbagai kepercayaan dunia pada umumnya dan kawasan Asia Tenggara pada khususnya yang diberikan pada Indonesia menjadi bukti atas keberhasilan Indonesia dalam membangun dirinya.Berbagai kegiatan yang bertarap internasional, seperti pertemuan-pertemuan penting antara pemimpin dunia, kegiatan ilmiah, seni, budaya dan olah raga, serta lainnya banyak yang dipercayakan penyelenggaraannya pada Indonesia.

Namun di balik berbagai prestasi yang telah dicapai, Indonesia juga masih menghadapi berbagai masalah sosial,  politik dan budaya  yang amat pelik  dan kian hari nampak semakin bertambah, serta belum ada tanda-tanda penyelesaiannya secara tuntas. Di samping menghadapi masalah kemiskinan kultural dan struktural, Indonesia juga masih menghadapi pengangguran sebagai akibat dari terbatasnya lapangan kerja;  tindak pidana korupsi yang makin meluas, gerakan radikalisme yang semakin bervariasi, desintegrasi bangsa, pergeseran nilai budaya, dekadensi moral, penggunaan narkoba, dan kesenjangan sosial yang makin melebar. Keadaan tersebut jika tidak segera diatasi, selain akan merusak citra Indonesia di mata dunia, juga akan merupakan lahan yang subur bagi lahirnya gerakan radikalisme, anarkhisme dan lain sebagainya, yang pada gilirannya dapat mengancam ketahanan nasional.

Kelahiran Perguruan Tinggi Agama Islam, seperti Universitas Islam Indonesia (UII) dan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN)di Jogjakarta  serta Akademi  Dinas Ilmu Agama (ADIA) di Jakarta pada tahun 50-an yang selanjutnya menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN)  pada tahun 60-an, dan Universitas Islam Negeri (UIN)pada tahun 2000-an di berbagai propinsi di Indonesia, secara historis adalah dalam rangka  ikut serta memajukan kehidupan bangsa serta ikut serta memecahkan masalah yang dihadapi bangsa Indonesia.  Peran serta Perguruan Tinggi Agama Islam  dalam ikut serta memajukan dan memecahkan berbagai masalah kehidupan bangsa itu, antara lain dilakukan oleh para alumninya yang berkiprah dalam berbagai bidang yang dibutuhkan masyarakat, seperti pendidikan, dakwah,  sosial, politik,  ilmu pengetahuan, budaya, dan sebagainya.Selain bekerja di pemerintah dalam bidang eksekutif, alumni Perguruan Tinggi Islam juga bekerja di bidang legislatif, yudikatif dan lembaga-lembaga non pemerintahan yang cukup disegani dan dihormati.Seiring dengan semakin besar dan kompleknya permasalahan yang dihadapi bangsa dan negara, maka peran dan kontribusi Perguruan Tinggi Islam di masa mendatang harus semakin ditingkatkan. Dalam kaitan ini, perlu dipetakan lebih lanjut tentang peran dan kontribusi alumni Perguruan Tinggi Islam  pada umumnya, dan alumni ADIA/IAIN/UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada khususnya, sebagai dasar bagi penentuan bidang dan  strategi peran yang harus dimainkan di masa depan.

 

1.2. Potensi dan Permasalahan

 

Dalam rangka ikut serta memajukan dan mengatasi berbagai masalah yang dihadapi bangsa dan negara sebagaimana tersebut di atas, Alumni ADIA/IAIN/UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memiliki potensin yang cukup besar. Potensi tersebut, selain karena jumlahnya yang cukup besar, yakni sekitar 30.000 orang, juga karena mereka memiliki keahlian yang amat bervariasi, yaitu selain ahli dala, ilmu agama Islam, mereka juga (sejak tahuan 2000) sudah banyak yang ahli dalam bidamg ilmu pengetahuan umum, seperti  kedokteran, sain, teknologi, ekonomi, politik, budaya dan lain sebagainya. Selain itu mereka juga tersebar di berbagai propinsi di Indonesia, bahkan di luar negeri.Mereka itu adalah sumber daya manusia potensial yang dapat difungsikan secara optimal dan efektif guna memecahkan berbagai masalah yang dihadapi bangsa dan negara.

Namun demikian, potensi alumni yang demikian besar itu, masih belum dapat didayakan gunakan secara efektif dan optimal, karena masih menghadapi berbagai masalah, antara lain belum terkonsolidasikannya tentang peran dan fungsi yang harus dilakukan oleh alumni ADIA/IAIN/UIN, belum adanya kejelasan tentang visi, misi dan tujuan yang harus dilakukan oleh para alumni ADIA/IAIN.UIN, belum adanya komunikasi yang efektif dan menyeluruh di antara para alumni dengan pengurus Ikatan Alumni, dan belum terlembagakannya tentang peran dan fungsi yang harus dilakukan para alumni ADIA/IAIN/UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Agar potensi alumni ADIA/IAIN/UIN Sayarif Hidayatullahn Jakarta tersebut dapat diberdayakan secara efektif dan memberikan keuntungan bagi dirinya, ummat, bangsa dan negara, maka berbagai masalah tersebut perlu segera diatasi.

 

  • Faktor Lingkungan Internal

Berdasarkan analisis terhadap lingkungan internal, dijumpai adanya kekuatan dan kelemahan yang dimiiki Ikatan Alumni ADIA/IAIN/UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang secara singkat dapat dikemukakan sebagai berikut:

Kekuatan-kekuatan (strengtenths) yang dimiliki IKALUIN Syarif Hidayatullah Jakarta antara lain: (1)jumlah alumni yang cukup besar dengan tingkat keahlian yang beragam; (2)penyebaran alumni pada tingkat nasional dan internasional; (3)bidang tugas dan pekerjaan yang ditekuni para alumni baik di pemerintahan dan non pemerintahan yang amat beragam; (4)appresiasi dan kepercayaan masyarakat terhadap mutu alumni yang relatif cukup tinggi dibandingkan dengan alumni dari perguruan tinggi lainnya, serta (5)adanyapara alumni yang sudah memiliki nama besar dan nilai jual yang tinggi di masyarakat. Berbagai potensi alumni ini akan menjadi sesuatu yang memiliki manfaat bagi dirinya, ummat, bangsa dan negara, jika dapat didayagunakan secara efektif dan optimal.

Sedangkan berbagai kelemahan (weakness) yang masih dimiliki para alumni antara lain: (1) masih terdapat sejumlah alumni yang belum memiiki pekerjaan dan kemampuan ekonomi yang mapan; (2)masih belum memiliki kesamaan visi, misi dan tujuan yang harus dilakukan oleh seorang alumni; (3)masih belum terkonsolidasikannya visi, misi, dan tujuan IKALUIN kepada seluruh alumni; (4)masih belum terpublikasikannya kemampuan dan keahlian alumni yang bervariasi kepada masyarakat yang lebih luas; (5)masih belum meratanya rasa memiliki (sense of belonging) dan rasa tanggung jawab (sense of responsibility) para alumni untuk memajukan IKALUIN Syarif Hidayatullah Jakarta; (6)masih belum terpetakannya tentang peran, fungsi, tugas dan pekerjaan para alumni di masyarakat secara utuh; (7)masih belum kuatnya kelembagaan IKALUIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sehingga belum mampu memberikan sumbangan yang nyata bagi pemecahan masalah yang dihadapi sebagian para almuni, terutama para alumni yang belum memiliki pekerjaan. Di masa mendatang berbagai kelemahan yang dihadapi para alumni dan IKALUIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini perlu segera diatasi.

 

  • Faktor Lingkungan Eksternal

Berdasarkan analisis terhadap lingkungan eksternal, dijumpai adanya sejumlah peluang (opportunity) dan ancaman (threatment) yang dihadapi Ikaluan Syarif Hidayatullah Jakarta yang dapat digambarkan sebagai berikut:

Peluang-peluang (opportunities) yang tersedia bagi alumni dan IKALUIN Syarif Hidayatullah Jakarta, antara lain: (1)Kebijakan Pemerintah dalam bidang Pendidiikan  yang semakin memberikan perhatian yang makin besar terhadap pendidikan Islam baik formal, non formal maupun informal, sebagaimkana terlihatb pada Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan berbagai turunannya; (2)Makin terbukanya peran yang diberikan oleh masyarakat kepada ummat Islam untuk meartikulasikan Islam pada ruang publik secara lebih luas; (3)Pemberian kesempatan dari Pemerintah dan masyarakat Indinesia terhadap peran alumni ADIA/IAIN/UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk  ikut serta memecahkan berbagai masalah yang dihadapi ummat, bangsa dan negara; (4)Pemberian kesempatan dari dunia pada umumnya kepada ummat Islam untuk menginternalisasikan nilai-nilai Islam ke dalam kehidupan sosial, ekonomi, budaya dan sebagainya, dalam rangka mencegah hancurnya peradaban dunia; (5)Semakin meningkatnya permintaan masyarakat terhadap  guru agama, da’i, kyai, pimpinan LSM, peneliti, konsultan dan lain sebagainya.

Sedangkan ancaman-ancaman (threatments) yang dihadapi kalangan alumni dan IKALUIN secara umum adalah sama dengan ancaman yang dihadapi masyarakat pada umumnya, yakni memelihara diri agar tidak menjadi kurban dari pengaruh globalisasi, yang antara lain: (1)integrasi ekonomi yang berdampak pada perang dagang (free market) yang menimbulkan persaingan yang amat ketat dan mengharuskan setiap manusia memiliki keunggulan daya saing (competitive advantage); (2)fragmentasi politik yang berdampak pada tuntutan yang tinggi terhadap hak-hak asasi manusia, demokrasi, egalier, kemanusiaan dan sebagainya, yang apabil tidak dipenmuhi akan menimbulkan desintegrasi nasional; (3)penggunaan teknologi canggih (high technology) yang mengharuskan setiap orang harus melakukan proses pendidikan ulang secara terus menerius (the continuity of re education), sehingga tidak menimbulkan pengangguran dan pemutusan hubungan kerja; (4)kesaling-tergantungan (interdependent) yang mengakibatkan terjadinya hegemioni yang kuat atas yang lemah; dan (5)penjajahan kebudayaan Barat yang berwatak hedonistik, materliastik, dan sekularistik (new colonization in culture) terhadap nilai-nilai budaya nasional yang berwatak religious yang berdampak pada terjadinya dekadensi moral dan munculnya budaya permissive. Selain itu ancamana lainnya adalah beroperasinya perguruan tinggi dari manca negara di Indonesia, serta munculnya berbagai aliran dan gerakan yang merusak citra Islam secara umum dan citra para alumni ADIA/IAIN/UIN pada khususnya.Berbagai ancaman tersebut harus diatasi dan dipecahkan sehingga berubah menjadi peluang. Pemecahana tersebut antara lain mengharuskan adanya almuni yang memiliki conceptual skill, technical skill, communication skill, leadership skill, moral skill dan spiritual skill.

 

  • Dasar Hukum

 

Penyusunan rencana strategik pengembangan dan penguatan peran dan fungsi IKALUIN ini didasarkan pada seperangkat undang-undang dan peraturan sebagai berikut:

  • Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Pendidikan Nasional;
  • Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
  • Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2010 tentang Pendidikan Tinggi;
  • Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Statuta UIN Syarif Hidayatullah Jakarta;
  • Bab II, Pasal 6 dan Bab III pasal 7 Anggaran Dasar (AD) IKALUIN Syarif Hidayatullah Jakarta; dan Anggaran Rumah Tangga (ART) IKALUIN Syarif Hidayatullah Jakarta

 

BAB II

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN PROGRAM IKALUIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2016-2020

2.1. Visi

 

Kehadiran Perguruan Tinggi Agama Islam, seperti Universitas Islam Indonesia (UII) dan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) di Jogjakarta  serta Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA) di Jakarta pada tahun 50-an yang selanjutnya menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN)  pada tahun 60-an, dan Universitas Islam Negeri (UIN) pada tahun 2000-an di berbagai propinsi di Indonesia, secara historis adalah dalam rangka ikut serta memajukan kehidupan bangsa serta ikut serta memecahkan masalah yang dihadapi bangsa Indonesia.

Peran serta Perguruan Tinggi Agama Islam dalam ikut serta memajukan dan memecahkan berbagai masalah kehidupan bangsa itu, antara lain dilakukan oleh para alumninya yang berkiprah dalam berbagai bidang yang dibutuhkan masyarakat.

Dalam rangka ikut serta memajukan dan mengatasi berbagai masalah yang dihadapi bangsa dan Negara mencapai cita-citanya, Alumni ADIA/IAIN/UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memiliki potensin yang cukup besar. Potensi tersebut, selain karena jumlahnya yang cukupbesar, yakni sekitar 30.000 orang, juga karena mereka memiliki keahlian yang amat bervariasi, yaitu selain ahli dalam ilmu agama Islam, mereka juga (sejak tahuan 2000) sudah banyak yang ahli dalam bidamg ilmu pengetahuan umum, seperti kedokteran, sain, teknologi, ekonomi, politik, budaya dan lain sebagainya. Selain itu mereka juga tersebar di berbagai propinsi di Indonesia, bahkan di luar negeri. Berbasis sumber-daya yang dimilikinya, maka visi IKALUIN adalah:

“Menjadi wadah Alumni UIN yang handal untuk berhidmat bagi Masyarakat, Bangsa dan Negara”

Dengan peran dan tanggungjawab sebagai cendekiawan, maka IKALUIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk mampu mengoptimalkan kiprahnya dalam membangun kesalahenan publik dan memberikan saran dan masukan kontruktif bagi kemajuan masyarakat bangsa dan negara.

 

2.2. Misi

 

Sesuai kondisi nyata lingkungan strategis IKALUIN untuk dapat berkiprah secara nyata di tengah-tengah masyarakat, baik yang terkait dengan kondisi lingkungan internal (kekuatan dan kelemahan) dan lingkungan eksternal (peluang dan ancaman) serta kemampuan untuk mewujudkan visi “Menjadi wadah Alumni yang handal untuk berhidmat bagi masyarakat, bangsa dan negara”, menuntut adanya upaya sistematis dan terarah serta berkesinambungan. Untuk itu, maka misi IKALUIN Syarif Hidayatullah Jakarta adalah sebagai berikut:

  1. Mendukung tercapainya visi, misi, dan tujuan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta;
  1. Meningkatkan kapasitas Alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta agar dapat berkiprah dalam masyarakat secara optimal berbasis keilmuan dan ketrampilan yang dimilikinya;
  2. Mengembangkan gagasan-gagasan alternatif bagi terwujudnya tata kelola pemerintah yang baik untuk pencapaian cita-cita berbangsa dan bernegara.

Upaya pencapaian misi pengembangan IKALUIN tersebut, memerlukan suatu kerjasama  yang sinergis antara IKALUIN dengan lembaga pemerintah dan non pemerintah, pemerintah daerah, dunia usaha, Perguruan Tinggi lainnya, untuk dapat melaksanakan program kegiatannya sesuai dengan arah kebijakan dan sasaran kinerja yang direncanakan.

 

2.3.  Tujuan

 

Rencana Strategis Ikatan Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2016-2020 dimaksudkan sebagai dasar penyusunan kebijakan, program, kegiatan, dan indikator (tolokukur) kinerja program dan kegiatan IKALUIN dalam mencapai visi dan misi serta tujuan organisasi.  Sementara tujuan penyusunan rencana strategis ini adalah:

  1. Agar program/kegiatan IKALUIN Syarif Hidayatullah Jakarta  terkait dengan kesejarahan dan alasan dasar “reason deter” kehadiran UIN serta diarahkan untuk mencapai visi, misi dan tujuan UIN;
  2. Agar pelaksanaan program/kegiatan IKALUIN Syarif Hidayatullah tersusun secara sistematis dan berkesinambungan untuk mencapai visi, misi, dan tujuan IKALUIN Syarif Hidayatullah Jakarta;
  3. Agar penyusunan dan pelaksanaan program/kegiatan terkait dan relevan dengan sifat PerguruanTinggi yang menjunjungTinggi keilmuan dan bertanggung-jawab.

Adapun tujuan strategis Ikalatan Alumni Universitas Islam Negeri “Syarif Hidayatullah” Jakarta dalam lima (5) Tahunmendatang 2016-2020, meliputi:

  1. Membangun dan memperkuat organisasi dan kelembagaan IKALUIN Syarif Hidayatullah Jakarta, agar terencana, terarah, terkoordinasi, terpadu dan menyeluruh serta akuntabel;
  1. Menyelenggarakan berbagai kegiatan ilmiah dan pengembangan intelektual Alumni UIN, khususnya yang terkait dengan perluasan wawasan Keislaman, Kebangsaan, dan Keindonesiaan;
  2. Melaksanakan program advokasi dan Kajian Kebijakan Publik bagi terwujudkan tata pemerintahan yang baik (good governance) baik pada level lokal. Regional maupunNasional;
  3. Melaksanakan peningkatan kapasitas alumni UIN dalam peran-serta dalam pembangunan bangsa sesuai dengan latarbelakang keilmuan dan ketrampilannya baik dalam bidang ekonomi dan social kemasyarakatan lainnya;
  4. Menjalin kerjasama dengan pihak ketiga (Pemerintah/Pemerintah Daerah, Dunia Usaha, Perbankan dan Perguruan Tinggi baik dalam dan luar Negeri) untuk peningkatan kapasitas alumni dan perluasan aksebilitasnya pada sumber daya.

 

 

 

2.4. Sasaran

 

Sesuai denga nanalisis internal dan eksternal serta sesuai pula dengan visi dan misi serta tujuannya, maka sasaran strategis IKALUIN Syarif Hidayatullah Jakarta bagi terwujudnya tujuan yang telah dicanangkan dalam kurun waktu lima tahun ke depan (2016-2020) adalah:

  1. Terbangunnya organisasi dan kelembagaan IKALUIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang didukung oleh berbagai “Standard Operating Prosedure—SOP”, sarana dan prasasana yang memadai dan dikelola oleh tenaga professional;
  2. Terbangunnya wawasan keilmuan dan intelektual para Alumni UIN yang terkait dengan wawasan Keislaman, Kebangsaan, dan KeIndonesiaan;
  3. Terumuskannya berbagai konsep dan gagasan alternatif tentang Kebijakan Publik bagi terwujudkan tata pemerintahan yang baik (good governance) baik pada level loka, regional maupun nasional;
  4. Meningkatnya kapasitas alumni UIN dalam peran-serta dalam pembangunan bangsa sesuai dengan latar belakang keilmuan dan ketrampilannya baik dalam bidang ekonomi dan social kemasyarakatan lainnya;
  5. Terjalinnya kerjasama dengan pihak ketiga (Pemerintah/Pemerintah Daerah, Dunia Usaha, Perbankan, dan Perguruan Tinggi baik dalam dan luar Negeri) untuk peningkatan kapasitas alumni dan perluasan aksebilitasnya pada Sumber-daya.

 

 

BAB III

ARAH KEBIJAKAN, STRATEGI, DAN PROGRAM

 

3.1. Arah Kebijakan dan Strategi

 

  • Arah Kebijakan dan Strategi Penguatan dan Pengembagan IKALUIN 2016-2020

 

3.1.1. Rencana Strategis (Renstra) merupakan cara untuk dapat mencapai suatu tujuan dan sasaran penguatan dan pengembangan Ikatan Alumni Universtas Islam Negeri “Syarif Hidayatullah” Jakarta yang mengandung komitmen kebijakan yang menunjukkan arah kebijakan, program, dan kegiatan yang diterapkan untuk mencapai sasaran kinerja yang terukur. Penjabaran dari arah kebijakan penguatan dan pengembangan IKALUIN ini di samping untuk mengoptimalkan peran dan kiprah Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta juga ditujukan untuk mengakselarasi Visi dan Misi Universitas Islam Negeri “Syarif Hidayatullah” Jakarta yakni:  “Menjadikan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai lembaga pendidikan tinggi terkemuka dalam mengintegrasikan aspek keilmuan, Keislaman dan Keindonesiaan”, sementara misinya:  (a) menghasilkan sarjana yang memiliki keunggulan kompetitif dalam persaingan global; (b) melakukan reintegrasi epistimologi keilmuan; (c) memberikan landasan moral terhadap pengembangan iptek dan melakukan pencerahan dalam pembinaan imtaq; (d) mengembangkan keilmuan melalui kegiatan penelitian; dan (e) memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Upaya penguatan kelembagaan IKALUIN dan pengembangan peran-serta Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam pembangunan bangsa dan Negara merupakan bagian tak terpisahkan dari tanggung jawab almamater dalam mewujudkan tanggung jawab social dan sekaligus tanggung jawab intelektualnya.

3.1.2 Arah kebijakan dan strategi IKALUIN Syarif Hidayatullah Jakarta merupakan hasil dari identifikasi atas lingkungan strategis BNPB yang dilakukan terhadap lingkungan internal dan eksternal. Berdasarkan hasil kajian lingkungan strategis secara eksternal maupun  internal  tersebut serta sinkronisasi terhadap Visi, Misi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, maka arah kebijakan dan strategi IKALUIN dalam mengembangkan program dalam kurun waktu lima tahun mendatang (2016-2020) adalah:

  1. Terselenggaranya Program kerja IKALUIN, dengan melakukan penguatan organisasi dan kelembagaan IKALUIN Syarif Hidayatullah Jakarta, agar terencana, terarah, terkoordinasi, terpadu dan menyeluruh serta akuntabel;
  2. Terselenggaranya kegiatan ilmiah dan pengembangan intelektual Alumni UIN, khususnya yang terkait dengan perluasan wawasan Keislaman, Kebangsaan, dan Keindonesiaan;
  3. Terlaksananya program advokasi dan Kajian Kebijakan Publik bagi terwujudkan tata pemerintahan yang baik (good governance) baikpada level lokal. Regional maupun Nasional;
  4. Meningkatnya kapasitas alumni UIN dalam peran-serta dalam pembangunan bangsa sesuai dengan latar belakang keilmuan dan ketrampilannya baik dalam bidang ekonomi dan social kemasyarakatan lainnya;
  5. Terlaksanya kerjasama dengan pihak ketiga (Pemerintah/Pemerintah Daerah, Dunia Usaha, Perbankan dan Perguruan Tinggi baik dalam dan luar Negeri) untuk peningkatan kapasitas alumni dan perluasan aksebilitasnya pada Sumber-daya.

 

3.2. Program danKegiatan

 

Sebagai langkah operasionalisasi arah kebijakan dan strategi dengan memperhatikan skala prioritas  yang  didasarkan atas perumusan visi,  misi,  tujuan,  sasaran  yang  telah ditetapkan, maka program yang akan di laksanakan IKALUIN Syahid Jakarta,  sesuai dengan analisis internal mau pun ekternal difokuskan pada penguatan kelembagaan IKALUIN dan Pengembangan Program/kegiatan untuk mendukung pencapaian visi, misi, dan tujuan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Ada pun perwujudan dari beberapa strategi dalam rangka mencapai setiap tujuan, dibuat langkah operasional dalam bentuk program-program IKALUIN yang akan dilaksanakan dalam 5 tahun ke depan. Program pokok tersebut ditetapkan dengan memperhatikan skala prioritas yang didasarkan atas perumusan visi, misi, tujuan, sasaran yang telah ditetapkan yang mempunyai hubungan dengan tujuan IKALUIN di satu sisi dan tujuan UIN di sisi yang lain. Program Kerja IKALUIN “Syahid’ Jakarta dalam 5 (lima) tahun mendatang adalah sebagai berikut:

3.2.1. Program Penguatan Organisasi dan Kelembagaan, yang terdiri dari kegiatan sebagai berikut: (a) penguatan internal organisasi (penyusunan berbagai Standard Operating Prosedure-SOP), rekruitmen tenaga professional; (b) pengadaan kantor dan peralatannya;  (c) pembuatan website dan pemeliharaannya; (d) menyusun dan memelihara data-base dan pemetaan alumni UIN yang terintegrasi dengan website; (e) pembentukan koordinator-koordinator alumni di tingkat wilayah   (provinsi) dan daerah (kabupaten/kota); (f) melakukan penggalian sumber donasi bagi kegiatan organisasi alumni yang halal dan tidak mengikat baik berupa donasi regular maupun dana abadi; (g) penguatan dan konsolidasi alumni di semua tingkatan; (h) melakukan pemantuan dan evaluasi Program/kegiatan IKALUIN;

 

3.2.2. Program Advokasi Masyarakat dan Kajian Kebijakan Publik, yang terdiri dari kegiatan sebagai berikut:  (a)  melakukan kajian dan menyikapi produk-produk legislasi dan regulasi; (b) melakukan advokasi kepada mahasiswa, alumni, dan almamater (litigasi maupun non litigasi) yang menghadapi masalah hukum; (c) memberikan kontsribusi atas peraturan/regulasi pemerintah daerah (Pemprov DKI Jakarta, Pemprov Banten, Pemkot Tangerang Selatan, Pemkab Kabupaten) dan juga tingkat nasional; (d) memberikan masukan atas peraturan/kebijakan yang akan diambil oleh pimpinan almamater; (e)  menyikapi kebijakan-kebijakan publik yang merugikan mesyarakat.

3.2.3. Program Hubungan Kerjasama Lintas Lembaga, yang terdiri dari kegiatan sebagai berikut: (a) melakukan penguatan terhadap network dan organisasi; (b) menjalin komunikasi dan melakukan kerjasama dengan instansi pemerintah maupun pihak swasta; (c) melakukan sinergi program bersama dengan instansi pemerintah maupun swasta; (d) menjalin hubungan dengan ikatan alumni dari perguruan tinggi lain.

 

3.2.4. Program Sosial dan Pengabdian Masyarakat yang meliputi kegiatan sebagai berikut: (a) mengadakan kegiatan-kegiatan social kemasyarakatan; (b) mengembangkan partisipasi meringankan korban bencana; (c) mengadakan kegiatan kemanusiaan (antara lain khitanan masal); (d) menyelenggarakan donor darah; (e) berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan dan pendidikan; (f) memberikan kontribusinya terhadap warga masyarakat sekitar kampus dan sekitarnya; (g) mengadakan bakti social dan Peringatan Hari Besar Islam; (h) memberikan award kepada mahasiswa dan alumni berprestasi bertepatan dengan peringatan milad (dies natalis) UIN Jakarta; (i) memberikan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi yang kurang mampu; (j) mengadakan kegiatan berdimensi seni, budaya, dan dakwah.

 

3.2.5. Program  Penguatan kapasitas dan Pengembangan Profesi yang terdiri dari kegiatan sebagai berikut: (a)  mengadakan program-program berbasis pengembangan profesi, soft skill, dan keterampilan untuk meningkatkan komptensi; (b) memberikan orientasi kepada ’calon’ alumni; (c) mengadakan “Career  days”; (c) mendorong alumni menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi; (d) menginformasikan beasiswa dalam maupun luar negeri; (e) mengarahkan peluang kerjasama bagi alumni yang belum bekerja sesuai bakat dan kemampuannya.

 

3.2.6. Program Humas, Publikasi dan Jaringan Alumni, yang terdiri dari kegiatan sebagai berikut: (a) membuat media berkala (majalah/jurnal); (b)  menyusun dan menerbitkan buku alumni; (c) mengadakan kegiatan-kegiatan berkala memperkuat silaturrahmi dengan sesama alumni; (d) menjembatani komunikasi alumni lintas generasi; (e) menjembatani komunikasi alumni tingkat wilayah, cabang, dan rayon (fakultas); (f) melakukan sosialisasi kegiatan alumni dan almamater; (f) mengadakan komunikasi secara intensif dengan media massa; (g) melakuan komunikasi kontinyu dengan alumni yang berpotensi membuat membuat kebijakan (regulasi).

 

3.2.7. Program  Kajian Ilmiah dan Pengembangan Intelektual, yang terdiri dari kegiatan sebagai berikut: (a) berpartisipasi memberikan terobosan dalam pengembangan dalam memajukan almamter; (b) mengadakan penelitian, seminar, lokakarya, bedah buku, dan kegiatan ilmiah lainnya; (c) mengadakan kuliah umum minimal satu tahun sekali; (d) melakukan kajian dan menyikapi isu-isu strategis di tingkat lokal, nasional maupun internasional; (e) mengadakan dikusi berkala membahas tema/isu aktual; (f) mempromosikan hasil kajian dan penelitian kepada pihak ketiga.

 

3.2.8. Program Penguatan Kapasitas Kewirauahaan dan Pemberdayaan Ekonomi yang terdiri dari: (a) Pelatihan wirausaha dengan menggandeng pihak ketiga; (b) menyelenggarakan “business  gathering forum”; (c)  membina hubungan dengan mitra-mitra usaha, agar alumni dapat terserap; (d) melakukan kerjasama dengan dunia usaha/lembaga bisnis; (e) mendorong sesama alumni untuk melakukan kemitraan di bidang usaha;  (f) memfasilitasi alumni mengembangkan usaha; (g) memberikan bantuan modal bagi kegiatan usaha alumni baik yang dikelola secara individu maupun kelompok.

 

  • Secara rinci Program/Kerja IKALUIN Syarif Hidayatullah Jakarta dapat dicermati dalam Pokok-pokok Program kerja IKALUIN terlampir.

.

BAB IV

PENUTUP

 

Rencana Strategis Ikatan Alumni Universitas Islam Negeri (IKALUIN) Syarif Hidayatullah Jakarta di susun dalam rangka mengimplementasikan Visi, Misidantujuanya, sebagai bagiandari Tahapan Rencana Pengabdian IKALUIN  Periode  2016-2020,  yang menjadi acuan dalam melaksanakan pengabdiannya.

Pelaksanaan Renstra IKALUIN akan dijabarkan dalam Program Kerja tahunan, 6 (enam) bulan dan 3 (tiga) bulan. Untuk memastikan pelaksanan program kerja tersebut akan dilakukan pemantauan dan evaluasi keberhasilan pelaksaaan Program Kerja.

Pemantuan akan dilakukan secara berkala untuk memastikan pelaksanaan program/kerja dilaksanakan sesuai dengan perencanaan baik dari segi kualitas dan kuantitas serta memastikan bahwa kendala dan masalah yang dijumpai dapat dicarikan jalan keluarnya. Untuk keperluan ini akan disusun Standard Operating Prosedur (SOP)-nya.

Evaluasiterhadap Program/Kerja IKALUIN akan dilaksanakan secara berkala pula untuk memastikan tercapai tujuan dan sararan program, baik yang terkait dengan hasil kegiatan (out put), maupun yang terkait dengan dampak dari program/kegiatannya. Di samping itu, evaluasi juga dimaksudkan untuk mengetahui tingkat efiensi dan efektivitas (membandingkan in put dan out put).Untuk keperluan ini akan disusun Standard Operating Prosedur (SOP)-nya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

           

 

 

 

ANGGARAN DASAR

                                         

 

 

 

 

 

 

IKATAN ALUMNI

UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

(IKALUIN)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                       

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                       

 

                 

 

 

 

 

 

 

 

                       

                     

 

 

 

                               ANGGARAN DASAR

IKATAN ALUMNI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

 

 

 

 

MUKADIMAH

 

Usaha memperkuat basis instutusional pendidikan Islam dimulai dengan mendirikan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) di Yogyakarta, yang nantinya akan menjadi cikal bakal IAIN. Maka dalam konteks institusionalisasi pendidikan Islam, maka di Jkarta didirikan pula Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA) berdasarkan Penetapan Menteri Agama RI Nomor 1 tahun 1950 dengan tujuan mempersiapkan pegawai negeri yang akan menjadi ahli-ahli agama (guru) pada sekolah-sekolah lanjutan. Berdasarkan PP No 11 Tahun 1960 kedua bentuk perguruan tinggi tersebut diintegrasikan menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN), dengan tujuan

Untuk memajukan pendidikan tenaga ahli agama Islam. Selanjutnya Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, yang sejak 2002 berubah  menjadi Universitas Islam Negeri (UIN)  Syarif Hidayatullah Jakarta, adalah bagian tidak terpisahkan dari almamater dalam mengisi dan melanjutkan  pembangunan masyarakat, bangsa,  dan negara.

Dalam konteks tersebut di atas, maka alumni IAIN/UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan latar belakang kemampuan pendidikan, ilmu pengetahuan agama Islam, dan profesi yang dimilikinya, menyadari akan tanggung jawab dan peran untuk ikut berpartisipasi dalam upaya berbakti kepada nusa, bangsa, dan Negara, demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat, bangsa, dan Negara  Indonesia.

Menyadari kedudukan, tanggungjawab,  dan peran tersebut, maka dengan berkat dan rahmat Allah SWT,  serta didorong oleh semangat kerja keras, cerdas, dan ikhlas demi cita-cita untuk kemajuan alumni, almamater, masyarakat, bangsa, dan Negaramaka untuk pertama kali pada tanggal 27 Maret 1999 para alumni IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta sepakat membentuk dan mengembangkan organisasi ikatan para alumni dengan berpedoman pada Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART). Selanjutnya AD/ART telah melalui perubahan dalam munas-munas berikutnya. Hasil riview Munas III tanggal 29 Oktober 2011 adalah sebagai berikut:

 

BAB I

NAMA, WAKTU, DAN TEMPAT KEDUDUKAN

Pasal 1

Perhimpunan ini bernama IKATAN ALUMNI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA, untuk selanjutnya disingkat dengan sebutan IKALUIN JAKARTA.

Pasal 2

IKALUIN Jakarta didirikan di Jakarta pada tanggal 24 Agustus 2002 yang merupakan kelanjutan dari Ikatan Alumni Institut Agama Islam Negeri (IA-IAIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Pasal 3

IKALUIN Jakarta  berkedudukan di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

 

BAB II

ASAS, NILAI, SIFAT, DAN TUJUAN

Pasal 4

IKALUIN Jakarta  berasaskan Islam, dengan menekankan pada nilai-nilai  kebajikan dan ketaqwaan.

Pasal 5

Sifat

IKALUIN Jakarta bersifat keilmuan, keprofesian, kekeluargaan, dan kebersamaan

 

Pasal 6

Tujuan

IKALUIN Jakarta  bertujuan tercapainya peningkatan, pengembangan, dan pembinaan semangat keilmuan, keprofesian,  dan kekeluargaan para alumni secara bersama  dalam membantu perwujudan visi dan misi almamater.

 

 

 

 

BAB III

KEGIATAN

Pasal 7

  1. Mengkaji meneliti, memajukan, mengembangkan, dan menyebarkan ilmu-keIslaman demi tercapainya kesejahteraan masyarakat, bangsa, dan Negara
  2. Menyampaikan pokok-pokok pikiran dan saran-saran tentang kebijakan nasional kepada lembaga-lembaga penyelenggara Negara dan pemerintahan
  3. Berpartisiapasi dalam merencanakan, melaksanakan, dan evaluasi pembangunan nasional dan daerah.
  4. Membina komunikasi timbal balik yang lebih baik antara alumni dan almamater.
  5. Menyelenggarakan dan mengembangkan hubungan kerja sama dengan lembaga/instansi yang selaras dengan tujuan IKALUIN Syahid Jakarta di dalam dan di luar negeri.
  6. Mengadakan kegiatan yang bersifat keilmuan, keprofesian, dan kekeluargaan.
  7. Melakukan usaha-usaha lain yang sah untuk menunjang tercapainya tujuan perhimpunan.

 

BAB IV

KEANGGOTAAN

Pasal 8

IKALUIN Jakarta  mempunyai keanggotaan yang terdiri dari:

  1. Anggota biasa
  2. Anggota luar biasa
  3. Anggota kehormatan

 

Pasal 9

Anggota biasa adalah setiap lulusan program pendidikan   Sarjana,  Magister, dan Doktor di lingkungan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

 

Pasal 10

Setiap lulusan program pendidikan Diploma, Sarjana,  Magister, dan Doktor di lingkungan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta otomatis menjadi alumni dan berhak mendapatkan Kartu Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

 

Pasal 11

Anggota luar biasa adalah lulusan yang berasal dari perguruan tingggi lain yang menjadi staf pengajar  dan/atau karyawan di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta  minimal  4  (tiga) tahun.

 

Pasal 12

Anggota kehormatan adalah mereka yang memperoleh gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta serta mereka yang dianggap oleh Senat Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah atau Pengurus Pusat IKALUIN Jakarta telah berjasa kepada UIN Syarif Hidayatullah Jakarta atau IKALUIN Jakarta.

 

 

Pasal 13

Status Anggota Luar Biasa dan Anggota Kehormatan diberikan oleh Pengurus Pusat melalui Surat Keputusan  Pengurus Pusat  IKALUIN Jakarta, atas rekomendasi dari Pengurus Komisariat Fakultas, (direkomendasikan untuk dibentuk) dan atau Pengurus Daerah.

 

BAB V

KEPENGURUSAN DAN MUSYAWARAH

IKALUIN  Jakarta mempunyai kelengkapan organisasi berupa kepengurusan dan musyawarah  sebagai   berikut:

 

Pasal 14a

KEPENGURUSAN

  1. Dewan Penyantun.
  2. Dewan Pakar.
  3. Pengurus
  4. Pengurus Komisariat Fakultas.
  5. Pengurus Daerah.
  6. Pengurus Cabang.

 

Pasal 14b

MUSYAWARAH

  1. Musyawarah Nasional.
  2. Musyawarah Daerah.
  3. Musyawarah Cabang.
  4. Musyawarah
  5. Musyawarah Kerja

 

 

BAB VI

KEUANGAN ORGANISASI

Pasal 15

Sumber keuangan/kekayaan IKALUIN Jakarta diperoleh dari :

  1. Iuran anggota.
  2. Bantuan yang halal, bersifat tidak mengikat.
  3. Hasil-hasil usaha yang sah dan tidak bertentangan dengan hukum, asas, dan tujuan IKALUIN Jakarta .

 

BAB VII

BENDERA DAN LAMBANG

Pasal 15

Bendera dan lambang IKALUIN Jakarta adalah bendera dan lambang UIN Syarif Hidayatullah ditambah gambar Topi Sarjana dan tulisan IKATAN ALUMNI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA di sekelilingnya.

 

BAB VIII

Perubahan anggaran dasar

Pasal 16

Anggaran Dasar IKALUIN Jakarta  dapat diubah berdasarkan keputusan Musyawarah Nasional IKALUIN Jakarta  yang diputuskan oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) suara dari jumlah peserta yang hadir pada Musyawarah Nasional IKALUIN Jakarta bersangkutan.

 

 

 

 

BAB IX

PEMBUBARAN

Pasal 17

Pembubaran IKALUIN Jakarta hanya dapat dilakuan oleh keputusan Musyawarah Nasional yang diadakan untuk maksud tersebut dan dihadiri oleh minimal 2/3 (dua pertiga) dari jumlah anggota dan disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) anggota yang hadir.

 

BAB X

LAIN-LAIN

Pasal 18

Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

 

BAB XI

PENUTUP

Pasal 19

Anggaran Dasar pertama disahkan oleh Musyawarah Nasional Alumni IAIN Syarif Hidayatullah di Jakarta pada tanggal 17 Maret 1999,  dan kedua,  diubah dan ditambah dalam Musyawarah Nasional IKALUIN Jakarta yang diselenggarakan di Ma’had Al-Zaytun pada tanggal 24 Agustus 2002, kemudian yang ketiga, diubah dan ditambah  dalam Musyawarah Nasional III  IKALUIN Jakarta yang diselenggarakan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 29 Oktober  2011.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANGGARAN RUMAH TANGGA

                                         

 

 

 

 

 

 

IKATAN ALUMNI

UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

(IKALUIN)

PERIODE 2016-2020

 

 

 

 

 

                                                                              

 

 

 

 

 

 

 

 

                       

 

 

 

 

 

                       

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANGGARAN RUMAH TANGGA

IKATAN ALUMNI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

 

 

 

BAB I

KEANGGOTAAN

Pasal 1

Pendaftaran dan Pemberhentian Anggota

  1. Pendaftaran anggota:
  1. Anggota Biasa

Alumni  lulusan ADIA/IAIN/UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang sudah terdaftar dalam buku wisuda.

  1. Anggota Luar Biasa

Anggota yang terdaftar sebagai tenaga pengajar/karyawan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

  1. Pemberhentian sebagai anggota dapat dilakukan karena yang bersangkutan
    1. Meninggal dunia
    2. Mengundurkan diri atas permintaan sendiri
    3. Diberhentikan dari keanggotaan.
  2. Anggota yang diberhentikan berhak mendapatkan kesempatan membela diri dalam forum Musyarawarah Nasional IKALUIN Jakarta atau forum yang sengaja dibentuk untuk maksud tersebut oleh Pengurus Pusat IKALUIN Jakarta .

Pasal 2

Hak Anggota

  1. Anggota Biasa berhak untuk:
  1. Menyampaikan pendapat dan saran demi pengembangan dan kemajuan IKALUIN Jakarta kepada pengurus IKALUIN Jakarta di segala tingkat.
  2. Menghadiri dan mengikuti kegiatan organisasi sesuai dengan fungsi dan perannya menurut ketentuan dan peraturan yang ditetapkan oleh pengurus IKALUIN  Jakarta di segala tingkat.
  3. Memilih dan dipilih untuk suatu jabatan dalam organisasi IKALUIN Jakarta di segala tingkat.
  4. Meminta pertanggungjawaban organisasi sesuai dengan tatacara dan saluran yang telah ditetapkan oleh organisasi.
  5. Anggota Luar Biasa punya hak bicara, tapi tidak punya hak suara
  6. Anggota Kehormatan mempunyai hak yang sama dengan Anggota Biasa kecuali hak untuk memilih, tetapi dapat dipilih untuk suatu jabatan di luar Pengurus Pusat, Pengurus Komisariat Fakultas, Pengurus Daerah, dan Pengurus Cabang IKALUIN Jakarta.

 

Pasal  3

Pemilihan Pengurus

  1. Tatacara pemilihan dan penyusunan Pengurus Pusat IKALUIN ditetapkan oleh Musyawarah Nasional IKALUIN Jakarta.
  1. Pengurus Pusat IKALUIN Jakarta dipilih dan ditetapkan untuk jangka waktu empat tahun.

BAB  II

 KEPENGURUSAN

Pasal 4

Bentuk Kepengurusan

  1. Pengurus Lengkap IKALUIN Jakarta dipimpin oleh Ketua Umum ditambah Ketua-ketua, Sekretaris Jenderal dan wakil-wakil sekretaris Jenderal, Bendahara Umum dan Wakil-wakil bendahara, dan bidang-bidang yang dianggap perlu.
  2. Kegiatan Pengurus Pusat IKALUIN sehari-hari dilaksanakan oleh Pengurus Harian IKALUIN Jakarta.
  3. Pengurus Harian IKALUIN Jakarta dipimpin oleh Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal IKALUIN Jakarta.
  4. Pengurus Harian IKALUIN terdiri dari:
    1. Seorang Ketua Umum
    2. Ketua-ketua
    3. Seorang Sekretaris Jenderal
    4. Wakil-wakil Sekretaris Jenderal
    5. Seorang Bendahara Umum, dan
    6. Wakil-wakil Bendahara
    7. Pengurus Pleno Pengurus Pusat IKALUIN Jakarta terdiri dari Pengurus Harian ditambah dengan Ketua/dan atau wakil ketua departemen dan atau lembaga yang mewakili masing-masing bidang yang telah ditentukan.

 

Pasal 5

Tugas Pengurus

  1. Tugas Pengurus Lengkap IKALUIN adalah:
    1. Menentukan kebijakan dalam melaksanakan Keputusan Musyawarah Nasional IKALUIN Jakarta.
    2. Menetapkan rencana kerja jangka pendek (tahunan), jangka menengah (satu periode kepengurusan), dan atau jangka panjang.
    3. Menetapkan kebijakan lain dalam rangka menunjang kegiatan almamater.
    4. Menetapkan kebijakan dalam menyalurkan peningkatan kemampuan ilmiah para anggota IKALUIN di dalam dan di luar negeri.
    5. Mengesahkan Pengurus Daerah, Pengurus Cabang, dan Pengurus Komisariat Fakultas.
    6. Menetapkan Panitia Pengarah dan Panitia Pelaksana untuk Musayawarah Nasional berikutnya.
    7. Memimpin dan mengkoordinasikan semua kegiatan IKALUIN Jakarta di tingkat Pusat.
    8. Mengangkat dan menetapkan Dewan Penyantun, dan Dewan Pakar sesuai dengan kebutuhan.
    9. Mempertanggungjawabkan kebijakan yang telah diambil dan dijalankan kepada forum Musyawarah Nasional berikutnya.
  2. Tugas dan Fungsi Pengurus Harian IKALUIN adalah melaksanakan seluruh kegiatan harian  yang telah ditentukan oleh Pengurus Pusat IKALUIN Jakarta.

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENGURUS KOMISARIS FAKULTAS

Pasal  6

Pengertian Pengurus Komisariat Fakultas

Pengurus Komisariat Fakultas adalah kepengurusan IKALUIN Jakarta yang dibentuk dan dipilih oleh alumni fakultas yang ada di lingkungan UIN yang  mengurus anggota dari alumni fakultas bersangkutan.

 

Pasal  7

Pemilihan Pengurus

  1. Tatacara pemilihan dan penyusunan Pengurus Komisariat Fakultas ditetapkan oleh Musyawarah Komisariat Fakultas bersangkutan.
  2. Jangka waktu kepengurusan masing-masing Komisariat Fakultas ditentukan oleh Musyawarah Komisariat Fakultas bersangkutan.

 

Pasal  8

Pembentukan Kepengurusan

Pengurus Komisariat Fakultas IKALUIN dipimpin oleh Ketua Komisariat dan dibentuk kepengurusannya ditentukan oleh Musyawarah Komisariat bersangkutan.

 

Pasal  9

Fungsi dan Tugas

Pengurus Komisariat Fakultas mempunyai fungsi dan tugas sebagai berikut:

  1. Melaksanakan kebijakan  Pengurus Pusat IKALUIN yang dianggap  atau  ditentukan  memerlukan bantuan Pengurus Komisariat Fakultas.
  2. Melaksanakan keputusan  Musyawarah  Komisariat Fakultas
  3. Menyampaikan laporan dan pertanggungjawaban kegiatan yang telah dilakukan kepada Pengurus Pusat dan Musyawarah  Komisariat  Fakultas bersangkutan.
  4. Mengangkat dan menetapkan Dewan  Penasihat  Komisariat Fakultas bersangkutan.
  5. Menyelenggarakan Musyawarah  Komisariat  Fakultas berikutnya.

 

BAB  IV

PENGURUS DAERAH

Pasal 10

Pengertian Pengurus Daerah

Pengurus Daerah adalah kepengurusan IKALUIN di tingkat Propinsi yang ada di daerah wilayah Negara Republik Indonesia dan di luar negeri yang berwenang mengurus anggota alumni IKALUIN beserta lembaga-lembaganya yang dibentuk dan berdomisili di propinsi bersangkutan.

 

Pasal 11

Pemilihan Pengurus

  1. Tatacara Pemilihan dan penyusunan Pengurus Daerah di tetapkan oleh Musyawarah Daerah bersangkutan.
  2. Jangka waktu kepengurusan masing-masing daerah ditentukan oleh Musyawarah Daerah yang bersangkutan.

Pasal 12

Pembentukan  Kepengurusan

Pengurus Daerah dipimpin oleh Ketua Daerah dan bentuk kepengurusannya ditentukan oleh Musyawarah Daerah bersangkutan.

 

Pasal 13

Fungsi dan Tugas

Pengurus Daerah mempunyai Fungsi dan tugas sebagai berikut:

  1. Melaksanakan kebijakan Pengurus Pusat IKALUIN yang dianggap atau ditentukan memerlukan bantuan Pengurus Daerah bersangkutan.
  2. Melaksanakan keputusan Musyawarah Daerah bersangkutan.
  3. Menyampaikan laporan dan pertanggungjawaban kegiatan yang telah dilakukan kepada Pengurus Pusat dan Musyawarah Daerah bersangkutan.
  4. Mengangkat dan menetapkan Dewan PenasIhat Daerah bersangkutan.
  5. Mengesahkan Pengurus Cabang yang ada di daerah propinsi bersangkutan.
  6. Menyelenggarakan Musyawarah Daerah berikutnya.

 

BAB V

PENGURUS CABANG

Pasal 14

Pengertian Pengurus Cabang

Pengertian Pengurus Cabang adalah kepengurusan IKALUIN di tingkat Kabupaten dan/atau Kotamadya yang ada di wilayah Negara Republik Indonesia yang berwenang mengurus anggota alumni UIN beserta lembaga-lembaga yang dibentuknya yang berdomisili di Kabupaten atau Kotamadya bersangkutan.

 

Pasal 15

Pemilihan Pengurus

  1. Tatacara pemilihan dan penyusunan Pengurus Cabang ditetapkan oleh Musyawarah Cabang
  2. Jangka waktu kepengurusan masing-masing cabang ditentukan oleh Musyawarah Cabang yang bersangkutan.

 

Pasal 16

Fungsi dan Tugas

Pengurus Cabang mempunyai fungsi dan tugas sebagai berikut:

  1. Melaksanakan kebijakan Pengurus Pusat dan Pengurus Daerah IKALUIN yang dianggap atau ditentukan memerlukan bantuan Pengurus Cabang bersangkutan.
  2. Melaksanakan keputusan Musyawarah Cabang bersangkutan.
  3. Menyampaikan laporan dan pertanggungjawaban kegiatan yang telah dilakukan kepada Pengurus Daerah  dan Musyawarah Cabang
  4. Mengangkat dan menetapkan Dewan Penasihat Cabang bersangkutan.
  5. Menyelenggarakan Musyawarah Cabang berikutnya.

 

 

BAB  VI

MUSYAWARAH NASIONAL

Pasal 17

Pengertian Musyawarah Nasional

Musyawarah Nasional adalah pertemuan akbar anggota IKALUIN Jakarta seluruh Indonesia  yang dilangsungkan 4 (empat) tahun sekali kecuali ada hal-hal luar biasa yang memerlukan  Musyawarah Nasional, dilangsungkan di antara jangka waktu empat tahun tersebut.

 

Pasal 18

Peserta dan Hak Suara

  1. Peserta Musyawarah Nasional adalah setiap anggota IKALUIN, baik Anggota Biasa, Anggota Luar Biasa, maupun Anggota Kehormatan
  2. Peserta Musyawarah Nasional diharuskan mendaftarkan diri terlebih dahulu ke Panitia Pelaksanana Musyawarah Nasional melalui Pengurus Komisariat Fakultas, Pengurus Daerah, dan Pengurus Cabang masing-masing.
  3. Setiap peserta yang memiliki hak suara seperti diatur pada BAB II Pasal 1 berhak atas satu suara dalam menentukan  keputusan apa pun  yang akan diambil dan ditetapkan dalam Musyawarah Nasional.

 

Pasal  19

Hak Musyawarah Nasional

  1. Musyawarah Nasional berhak membuat, meninjau, mengubah, dan menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga atau ketentuan-ketentuan lain yang dianggap perlu untuk kemaslahatan organisasi.
  2. Musyawarah Nasional berhak meminta pertanggungjawaban dari Pengurus Pusat IKALUIN Jakarta dalam menjalankan roda organisasi.
  3. Musyawarah Nasional berhak mengganti atau memberhentikan Ketua Umum Pengurus Pusat IKALUIN Jakarta bila dianggap perlu.
  4. Musyawarah Nasional berhak menetapkan program dan kebijakan yang akan dilaksanakan oleh Pengurus Pusat IKALUIN Jakarta .
  5. Musyawarah Nasional berhak memilih Ketua Umum IKALUIN Jakarta baik dengan cara langsung maupun dengan cara menentukan tim formatur.

 

Pasal 20

Keputusan Sidang

  1. Keputusan sidang, baik dalam sidang pleno, sidang komisi, maupun sidang-sidang lainnya diusahakan agar dapat ditetapkan dengan cara musyawarah mufakat,  kecuali apabila peserta menghendaki lain.
  2. Bila peserta sidang menghendaki keputusan ditetapkan berdasarkan pemungutan suara, maka keputusan yang sah adalah keputusan yang didukung oleh suara terbanyak.

 

BAB VII

KEUANGAN DAN KEKAYAAN

Pasal  21

Uang Pendaftaran dan Iuran Anggota

  1. Besarnya uang pendaftaran dan iuran anggota ditetapkan oleh Pengurus Pusat IKALUIN Jakarta berdasarkan usulan anggota yang hadir dalam Musyawarah Nasional.
  2. Uang pendaftaran dan iuran anggota hanya berlaku untuk Anggota Biasa dan Anggota Luar Biasa.
  3. Uang pendaftaran sepenuhnya menjadi hak Pengurus Pusat IKALUIN, sedangkan iuran anggota pembagiannya tergantung atas kesepakatan antara Pengurus Pusat, Pengurus Komisariat Fakultas, Pengurus Daerah, dan Pengurus Cabang.

 

Pasal  22

Kekayaan Organisasi

  1. Kekayaan organisasi dapat diperoleh dari almamater, anggota, pihak ketiga, atau barang-barang yang dibeli oleh pengurus.
  2. Harta benda bergerak dan tidak bergerak yang ada pada masing-masing tingkat kepengurusan dikelola oleh pengurus masing-masing tingkat yang bersangkutan.

 

BAB  VIII

KETENTUAN PERALIHAN

Pasal 23

Peraturan dan Ketentuan Lama

Dengan mulai berlakunya Anggaran Rumah Tangga (ART) IKALUIN maka segala peraturan atau ketentuan yang pernah ada dan bertentangan atau menyimpang dari pasal-pasal yang ada dalam ART  IKALUIN dinyatakan tidak berlaku.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>